Beberapa Penuntut Ilmu yang Sukses

 

Beberapa Penuntut Ilmu yang Sukses karena kesungguhanya :

Beberapa Penuntut Ilmu yang Sukses karena kesungguhanya :

1. Imam Asy-Syafi’i (150–204 H / 767–820 M)

Bidang: Ilmu agama (Fiqih dan Hadis)

Kisah singkat:
Beliau yatim sejak kecil dan hidup dalam kemiskinan.
Ibunya membawanya dari Gaza ke Mekkah agar ia bisa belajar.
Saking miskinnya, ia menulis pelajaran di tulang dan pelepah kurma karena tidak mampu membeli kertas.
Dengan tekad kuat, beliau hafal Al-Qur’an pada usia 7 tahun, dan kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik pada usia 10 tahun.
Kelak, beliau menjadi pendiri mazhab Syafi’i, salah satu mazhab besar dalam Islam.

Pelajaran: Kekurangan bukan penghalang bagi yang bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu.


2. Ibnu Sina (Avicenna) (980–1037 M)

Bidang: Filsafat, Kedokteran, dan Sains

Kisah singkat:
Sejak kecil, ia haus ilmu dan belajar dari berbagai guru di Bukhara.
Pada usia 18 tahun, ia sudah menguasai hampir semua cabang ilmu yang diajarkan pada zamannya.
Ia menulis lebih dari 200 karya, termasuk Al-Qanun fi ath-Thibb (The Canon of Medicine), yang menjadi rujukan kedokteran di Eropa selama berabad-abad.

Pelajaran: Ilmu yang ditekuni dengan kedalaman bisa memberikan manfaat lintas zaman dan budaya.


3. Imam Bukhari (810–870 M)

Bidang: Hadis

Kisah singkat:
Sejak kecil, beliau kehilangan penglihatan, namun berdoa dengan penuh keikhlasan hingga Allah memulihkannya.
Ia menghafal ribuan hadis di usia muda dan melakukan perjalanan ke berbagai negeri untuk mencari hadis yang shahih.
Hasilnya adalah Shahih al-Bukhari, kitab hadis paling terpercaya setelah Al-Qur’an.

Pelajaran: Keikhlasan dan ketekunan membawa keberkahan ilmu yang luas manfaatnya.


4. Maryam Mirzakhani (1977–2017)

Bidang: Matematika

Kisah singkat:
Seorang matematikawan asal Iran yang memenangkan Fields Medal (setara Nobel dalam matematika), menjadi wanita pertama yang meraihnya.
Ia dikenal karena kerja keras, ketekunan, dan rasa ingin tahu mendalam terhadap pola dan bentuk dalam matematika.

Pelajaran: Cinta terhadap ilmu bisa mengantarkan seseorang menembus batas tradisi dan sejarah.


5. Dr. B. J. Habibie (1936–2019)

Bidang: Teknologi dan Kedirgantaraan

Kisah singkat:
Berasal dari keluarga sederhana di Parepare, Sulawesi Selatan.
Beliau menempuh pendidikan tinggi di Jerman dengan tekad kuat, hingga menjadi ahli aeronautika dan Presiden Republik Indonesia ke-3.
Dikenal dengan kecerdasan luar biasa dan kejujurannya dalam bekerja.

Pelajaran: Ilmu yang dipelajari dengan niat untuk membangun bangsa menjadi sumber kemuliaan sejati.


6. Malala Yousafzai (1997–sekarang)

Bidang: Pendidikan dan Aktivisme

Kisah singkat:
Sejak remaja, Malala memperjuangkan hak pendidikan bagi perempuan di Pakistan.
Meski sempat ditembak oleh kelompok ekstremis, ia bertahan dan terus berjuang.
Kini, ia menjadi penerima Nobel Perdamaian termuda di dunia.

Pelajaran: Ilmu dan keberanian dapat mengubah dunia, bahkan dimulai dari suara seorang pelajar muda.

By : Al Khamidy

Lebih baru Lebih lama