Kisah Akhir Hayat Sayyidah Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha, istri Rasulullah SAW, berdasarkan sumber-sumber klasik sirah dan hadis.
Masa Tua dan Kiprahnya
Setelah wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 11 H, Aisyah hidup sekitar 47 tahun lagi. Di masa tuanya, beliau menjadi rujukan ilmu bagi para sahabat dan tabi’in. Beliau mewariskan lebih dari dua ribu hadis, sehingga termasuk salah satu perawi hadis terbanyak. Banyak fatwa beliau berkaitan dengan fikih, ibadah, keluarga, dan hukum wanita. Aisyah dihormati sebagai Ummul Mu’minin serta guru bagi ulama besar seperti Urwah bin Zubair dan Amrah binti Abdurrahman.
Peristiwa yang Beliau Lalui
Pada masa fitnah Perang Jamal (tahun 36 H), Aisyah ikut berada di tengah peristiwa besar yang terjadi setelah terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan. Beliau tidak bermaksud untuk berperang, melainkan ingin meluruskan persoalan politik dan menuntut keadilan. Setelah perang berakhir, Aisyah menyesal atas keterlibatannya dan dipulangkan dengan penuh hormat oleh Ali bin Abi Thalib. Setelah itu beliau berhenti total dari urusan politik dan fokus mengajar umat hingga akhir hayatnya.
Tahun-Tahun Menjelang Wafat
Di masa tuanya, Aisyah tinggal di rumahnya dekat Masjid Nabawi, Madinah. Beliau banyak berpuasa, memperbanyak ibadah malam, dan mengajarkan ilmu kepada umat. Meskipun fisiknya melemah, kecerdasannya tetap tajam dan ingatannya sangat kuat. Para sahabat dan tabi’in sering datang untuk meminta fatwa dan bimbingan darinya.
Wafatnya Sayyidah Aisyah
Aisyah wafat pada malam Selasa, tanggal 17 Ramadhan tahun 58 H. Sebagian riwayat menyebutkan 57 H, namun pendapat yang lebih kuat adalah 58 H. Pada saat wafat, usianya sekitar 66 tahun. Ia meninggal di rumahnya di Madinah.
Sebelum wafat, Aisyah berwasiat agar dimakamkan di pemakaman Baqi’, bukan di kamar tempat Rasulullah SAW dan Abu Bakar dimakamkan, karena merasa tidak pantas disandingkan dengan mereka berdua. Jenazahnya dishalatkan oleh Abu Hurairah, yang pada waktu itu menjabat sebagai amir Madinah.
Beliau dimakamkan di pemakaman Baqi’, salah satu makam paling mulia yang diziarahi kaum muslimin hingga hari ini.
Warisan Besar untuk Umat
Aisyah meninggalkan warisan ilmu yang sangat besar. Ia adalah ahli fikih, ahli hadis, dan ahli tafsir. Beliau menjadi rujukan utama dalam urusan rumah tangga Rasulullah SAW dan diakui kecerdasannya oleh sahabat besar seperti Umar, Ali, dan Abdullah bin Abbas.
Dari sisi keteladanan, Aisyah dikenal memiliki kesucian hati, keberanian, kecerdasan, kesederhanaan, dan kepedulian sosial yang tinggi. Ia sering bersedekah sampai-sampai lupa menyisakan untuk dirinya sendiri.
Penutup
Akhir hayat Sayyidah Aisyah adalah akhir yang tenang, dipenuhi ibadah, ilmu, dan kemuliaan. Hingga hari ini, beliau tetap dihormati sebagai Ummul Mu’minin, guru umat, dan salah satu wanita paling mulia dalam sejarah Islam.
By : Al Khamidy.jpg)