Masa Kejayaan Bangsa Jawa dalam Perspektif Peradaban
1. Pengantar: Bangsa Jawa dan Konsep Peradaban
Bangsa Jawa merupakan salah satu kelompok etnis terbesar di Nusantara, dengan akar budaya dan sejarah yang panjang. Dalam konteks peradaban, kejayaan bangsa Jawa tidak hanya diukur dari kekuasaan politik atau ekonomi, tetapi juga dari pencapaian budaya, ilmu pengetahuan, seni, dan sistem sosial yang berpengaruh luas di Asia Tenggara.
2. Masa Kejayaan: Kerajaan-Kerajaan Besar Jawa
a. Kerajaan Mataram Kuno (± 8–10 M)
-
Pusat: Jawa Tengah (Medang, Mataram)
-
Raja terkenal: Rakai Pikatan, Balitung, Dyah Balitung, dan Mpu Sindok.
-
Ciri peradaban:
-
Munculnya karya arsitektur monumental seperti Candi Borobudur, Prambanan, Sewu, dan Plaosan — puncak sinkretisme Hindu-Buddha.
-
Pengenalan sistem irigasi dan pertanian sawah yang maju.
-
Penggunaan bahasa dan aksara Jawa Kuno dalam prasasti (contohnya Prasasti Kalasan, Canggal, dan Mantyasih).
-
b. Kerajaan Kediri dan Singhasari (11–13 M)
-
Kediri berkembang dalam bidang sastra dan perdagangan. Karya sastra besar seperti Kakawin Bharatayuddha dan Smara Dhahana lahir pada masa ini.
-
Singhasari dikenal karena ekspansi politik dan pengaruh spiritual. Raja Kertanegara mempromosikan Tantrayana dan melakukan ekspedisi Pamalayu untuk mempersatukan Nusantara.
c. Kerajaan Majapahit (1293–1527 M)
-
Puncak kejayaan bangsa Jawa dalam bidang politik dan budaya.
-
Raja terkenal: Raden Wijaya, Jayanegara, Tribhuwana Tunggadewi, dan Hayam Wuruk dengan Patih Gajah Mada.
-
Puncak kejayaan (abad ke-14):
-
Konsep “Nusantara” tercetus dalam Sumpah Palapa.
-
Pusat perdagangan internasional: rempah, tekstil, dan logam.
-
Budaya tinggi dalam seni bangunan (Candi Penataran), sastra (Negarakertagama, Sutasoma), dan hukum (Kutara Manawa).
-
Sistem administrasi kerajaan yang teratur dan diplomasi dengan Tiongkok, Champa, India, hingga Siam.
-
3. Unsur Peradaban Bangsa Jawa
| Aspek | Ciri Kejayaan | Dampak |
|---|---|---|
| Politik & Pemerintahan | Monarki terpusat, struktur birokrasi rapi, hukum adat kuat | Membangun konsep negara mandala dan diplomasi antarwilayah |
| Ekonomi | Pertanian maju, pelabuhan internasional, sistem pajak | Menjadi pusat perdagangan Asia Tenggara |
| Seni & Arsitektur | Candi, ukiran, batik, wayang, gamelan | Warisan budaya dunia (UNESCO) |
| Sastra & Filsafat | Kakawin, serat, konsep “Rwa Bhineda”, “Manunggaling Kawula Gusti” | Membangun identitas spiritual dan etika Jawa |
| Ilmu Pengetahuan | Astronomi, tata air, teknologi batu dan logam | Mencerminkan kemajuan intelektual dan teknik |
| Agama & Spiritualitas | Hindu-Buddha, kemudian Islam Jawa (sinkretisme) | Menciptakan peradaban yang toleran dan harmonis |
4. Pengaruh Terhadap Peradaban Nusantara dan Dunia
-
Konsep politik “Nusantara” menjadi dasar gagasan persatuan Indonesia modern.
-
Seni dan sastra Jawa memengaruhi budaya Bali, Sunda, hingga Melayu.
-
Sistem pemerintahan dan hukum Majapahit menjadi rujukan dalam pembentukan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa (Demak, Mataram Islam).
-
Warisan arsitektur dan budaya Jawa kini diakui sebagai bagian dari warisan dunia (Candi Borobudur dan Prambanan oleh UNESCO).
5. Refleksi: Warisan dan Relevansi Modern
Masa kejayaan bangsa Jawa menunjukkan bahwa:
-
Peradaban besar lahir dari harmoni antara spiritualitas, pengetahuan, dan kekuasaan.
-
Konsep “budi luhur dan keselarasan” (seperti dalam filosofi hamemayu hayuning bawana) tetap relevan bagi pembangunan karakter bangsa Indonesia modern.
Kesimpulan
Masa kejayaan bangsa Jawa merupakan puncak perkembangan peradaban Nusantara, ditandai dengan kemajuan di bidang politik, ekonomi, budaya, dan spiritual. Pengaruhnya tidak hanya membentuk identitas Indonesia, tetapi juga memberi kontribusi bagi peradaban Asia Tenggara secara keseluruhan.
