Sejarah Siti Khadijah Sebagai Isrti nabi Muhammad SAW
1. Latar Belakang Siti Khadijah r.a.
-
Bernama Khadijah binti Khuwailid, berasal dari suku Quraisy yang terhormat.
-
Dijuluki “Ath-Thahirah” (yang suci).
-
Memiliki kedudukan tinggi di Makkah sebagai saudagar sukses, dikenal jujur dan dermawan.
-
Sebelum menikah dengan Nabi, beliau pernah menikah dua kali dan menjadi janda kaya.
2. Pertemuan dengan Nabi Muhammad SAW
-
Ketika itu, Nabi Muhammad SAW berusia sekitar 25 tahun dan belum diangkat menjadi Rasul.
-
Khadijah mencari orang terpercaya untuk membawa kafilah dagang ke Syam.
-
Beliau mendengar reputasi Muhammad SAW sebagai al-Amīn (yang terpercaya), sehingga mempekerjakannya.
-
Nabi berdagang membawa barang Khadijah dan hasil perniagaan sangat menguntungkan.
-
Maysarah, pembantu Khadijah, melaporkan akhlak mulia dan kejujuran Nabi kepada Khadijah.
3. Lamaran dan Pernikahan
-
Terpesona oleh akhlak Muhammad SAW, Khadijah menyampaikan keinginan menikah melalui sahabatnya, Nafisah binti Munyah.
-
Nabi menerima lamaran tersebut.
-
Pernikahan berlangsung ketika Nabi berusia 25 tahun dan Khadijah berusia sekitar 40 tahun.
-
Mahar yang diberikan Nabi adalah 20 ekor unta muda (menurut sebagian riwayat).
4. Kehidupan Rumah Tangga
-
Pernikahan mereka penuh kasih, saling menghormati, dan tanpa konflik besar yang tercatat.
-
Khadijah adalah satu-satunya istri Nabi selama 25 tahun usia pernikahan mereka.
-
Allah memberkahi rumah tangga mereka dengan beberapa anak:
-
Qasim
-
Zainab
-
Ruqayyah
-
Ummu Kulthum
-
Fatimah
-
Abdullah (Ath-Thayyib/Ath-Tahir)
-
5. Peran Khadijah Saat Nabi Diangkat Menjadi Rasul
-
Ketika wahyu pertama turun di Gua Hira, Nabi pulang dalam keadaan takut dan menggigil.
-
Khadijah menenangkan Nabi dengan kata-kata yang sangat terkenal:
“Demi Allah, Dia tidak akan menghinakanmu. Engkau menyambung silaturahmi, membantu orang lemah, memberi orang miskin, memuliakan tamu, dan menolong orang yang terkena musibah.” -
Khadijah membawa Nabi menemui Waraqah bin Naufal, sepupunya yang memahami kitab-kitab lama, yang kemudian menegaskan bahwa Nabi benar-benar menerima wahyu.
6. Pengorbanan dan Dukungan Tanpa Batas
-
Khadijah mengorbankan harta dan kedudukannya untuk mendukung dakwah Nabi.
-
Beliau ikut menderita saat pemboikotan Quraisy selama tiga tahun.
-
Khadijah menjadi orang pertama yang beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan termasuk salah satu dari empat wanita terbaik menurut hadis.
7. Wafatnya Siti Khadijah
-
Khadijah wafat pada usia sekitar 65 tahun, tiga tahun sebelum hijrah ke Madinah.
-
Tahun wafatnya Khadijah disebut sebagai ‘Am al-Huzn (Tahun Kesedihan) karena Nabi juga kehilangan Abu Thalib pada tahun yang sama.
8. Kecintaan Nabi Kepada Khadijah
-
Nabi selalu mengenang dan memuji Khadijah.
-
Aisyah r.a. berkata bahwa ia tidak pernah cemburu pada istri manapun seperti cemburunya kepada Khadijah karena Nabi sering menyebut namanya.
-
Nabi bersabda:
“Allah tidak memberi ganti kepadaku yang lebih baik daripada Khadijah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
.jpg)