Santri-Santri Sukses di Masa Klasik & Tradisional

 

Beberapa contoh santri yang sukses menuntut ilmu kepada guru atau kyainya, baik dari masa klasik maupun era modern

Beberapa contoh santri yang sukses menuntut ilmu kepada guru atau kyainya, baik dari masa klasik maupun era modern. Santri-santri ini tidak hanya berhasil dalam pendidikan agama, tapi juga banyak yang berkembang menjadi ulama besar, tokoh masyarakat, dan pemimpin bangsa.

Santri-Santri Sukses di Masa Klasik & Tradisional

1. KH. Hasyim Asy’ari

Guru: Belajar kepada banyak ulama di Makkah dan beberapa pesantren di Jawa, termasuk Kyai Sholeh Darat.

Prestasi:

  Pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

  Pencetus pentingnya pendidikan pesantren dalam menjaga tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah.

  Penulis kitab-kitab penting seperti Adabul ‘Alim wal Muta’allim.

2. KH. Ahmad Dahlan

Guru: Belajar ke banyak pesantren di Jawa dan juga ke Makkah.

Prestasi:

  Pendiri Muhammadiyah, organisasi Islam modernis di Indonesia.

  Menggabungkan nilai keislaman dengan pendidikan dan kesehatan.

3.KH. Wahid Hasyim

Ayah sekaligus Guru: KH. Hasyim Asy’ari.

Prestasi:

  Menteri Agama RI termuda.

  Perintis reformasi pendidikan pesantren dan memasukkan ilmu umum ke dalam kurikulum.

Santri-Santri Sukses Setelah Belajar di Makkah atau Madinah

4.Syekh Nawawi al-Bantani

Guru: Belajar di Makkah dan menjadi guru besar di Masjidil Haram.

Prestasi:

  Ulama Nusantara pertama yang menjadi pengajar tetap di Masjidil Haram.

  Menulis lebih dari 100 kitab, digunakan di pesantren-pesantren hingga hari ini.

  Santrinya termasuk KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, dll.

5.Syekh Mahfudz at-Tarmasi

Asal: Tremas, Pacitan

Prestasi:

  Guru dari para ulama besar, termasuk KH. Hasyim Asy’ari.

  Ahli hadits dan pengajar di Haramain.

Santri-Santri Modern yang Sukses di Dunia Pendidikan dan Kepemimpinan

6.KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)

Guru: Belajar di Pesantren Tebu Ireng, kemudian ke luar negeri (Mesir dan Baghdad).

Prestasi:

  Presiden RI ke-4.

  Tokoh pluralisme, demokrasi, dan pemikir Islam progresif.

  Putra KH. Wahid Hasyim, cucu KH. Hasyim Asy’ari.

7.KH. Mustofa Bisri (Gus Mus)

Guru: Belajar di berbagai pesantren termasuk di bawah asuhan ayahnya KH. Bisri Mustofa.

Prestasi:

  Budayawan, penyair, ulama kharismatik.

  Menyebarkan nilai-nilai keislaman yang damai dan humanis.

8.KH. Maimun Zubair (Mbah Moen)

Guru: Belajar di banyak pesantren, termasuk ke Makkah.

Prestasi:

  Ulama sepuh NU.

  Pendiri Ponpes Al-Anwar Sarang, Rembang.

  Menjadi rujukan keulamaan nasional.

Santri yang Sukses Menjadi Pemimpin di Luar Dunia Pesantren

9.KH. Ma’ruf Amin

Guru: Dididik oleh para ulama NU dan pesantren di Banten.

Prestasi:

  Wakil Presiden RI (2019–2024).

  Ketua MUI, Rais Aam PBNU.

  Konsisten memperjuangkan ekonomi syariah dan moderasi beragama.

10. KH. Salahuddin Wahid (Gus Sholah)

Guru: Santri dan juga teknokrat.

Prestasi:

  Pengasuh Pesantren Tebu Ireng.

  Tokoh pembaruan pesantren, memadukan ilmu agama dan sains.

Ciri-Ciri Keberhasilan Para Santri Ini:

Taat dan hormat kepada guru (khidmat kepada kyai).

Belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan ikhlas.

Banyak yang kemudian mengajar, mendirikan pesantren, atau berkiprah dalam organisasi keumatan dan negara.

Menjaga sanad keilmuan yang bersambung ke Rasulullah SAW.

By : Al Khamidy

Lebih baru Lebih lama