Sejarah Nabi Nuh AS Menurut Islam
1. Asal-usul dan Kerasulan
Nabi Nuh AS adalah salah satu dari Ulul ‘Azmi, keturunan dari Nabi Adam melalui Nabi Idris. Beliau diutus kepada sebuah kaum penyembah berhala yang menolak ajaran tauhid.
Kaumnya menyembah beberapa berhala terkenal:
Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr.
(Al-Qur’an, Surah Nuh 71:23)
2. Dakwah Selama 950 Tahun
Allah menyebutkan bahwa Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya selama 950 tahun:
“Maka ia tinggal di antara mereka selama seribu tahun kurang lima puluh tahun…”
(QS. Al-‘Ankabut 29:14)
Metode dakwah Nabi Nuh mencakup:
-
Mengajak secara terang-terangan dan sembunyi-sembunyi
-
Mengajak siang dan malam
-
Menjelaskan tentang azab dan rahmat
Namun mayoritas kaumnya tetap membangkang. Mereka menutup telinga, menutupi kepala dengan pakaian, dan menolak dengan sombong.
3. Penolakan Kaum dan Penyiksaan Psikis
Kaumnya menuduh Nabi Nuh sebagai pendusta, orang gila, dan menuduh beliau hanya diikuti oleh orang-orang miskin. Para pemimpin kafir (al-mala’) mengintimidasi beliau serta para pengikutnya.
4. Pembangunan Bahtera (Kapal Nabi Nuh)
Ketika Allah memberi wahyu bahwa tidak ada lagi yang akan beriman selain yang sudah beriman, Nabi Nuh diperintahkan membuat sebuah bahtera besar.
Pembuatan bahtera dilakukan di padang pasir, dan kaum Nuh mengejeknya karena kapal dibuat jauh dari laut.
Setiap kali mereka mengejek, Nabi Nuh menjawab:
“Jika kalian mengejek kami, maka kami pun akan mengejek kalian sebagaimana kalian mengejek kami.”
(QS. Hud 11:38)
5. Banjir Besar (Tufan)
Ketika perintah Allah tiba,
-
Mata air memancar dari bumi
-
Langit menurunkan hujan deras tanpa henti
-
Air naik tinggi hingga menenggelamkan seluruh wilayah
Allah memerintahkan Nuh:
“Bawalah ke dalam kapal itu pasangan-pasangan dari setiap jenis, dan keluargamu kecuali yang telah ditetapkan (tidak beriman).”
(QS. Hud 11:40)
Yang selamat:
-
Nuh AS
-
Orang-orang beriman (jumlahnya sedikit)
-
Binatang berpasang-pasangan
Yang binasa:
Seluruh orang kafir, termasuk anak Nabi Nuh yang bernama Kan’an. Ia memilih mengikuti kaum kafir. Ketika Nuh memohon keselamatannya, Allah berfirman:
“Wahai Nuh, sesungguhnya ia bukan termasuk keluargamu (dalam agama) …”
(QS. Hud 11:46)
6. Kapal Bersandar di Gunung Judi
Setelah bumi kembali tenang, kapal Nabi Nuh berhenti di Gunung Judi.
(QS. Hud 11:44)
Bumi dan langit diperintahkan berhenti menurunkan air, dan banjir besar itu berakhir.
7. Nuh Sebagai Bapak Manusia Setelah Adam
Dalam banyak riwayat, Nabi Nuh disebut “Abu al-Bashar ats-Tsani” (Bapak Manusia Kedua), karena keturunan manusia setelah banjir berasal dari anak-anak beliau yang selamat.
8. Wafatnya Nabi Nuh
Riwayat menyebutkan bahwa Nabi Nuh wafat pada usia yang sangat tua. Beliau dikenang sebagai:
-
Nabi yang sangat sabar
-
Pemimpin kaum beriman yang sedikit
-
Simbol keteguhan dan tauhid
Ringkasan Makna Penting Dalam Kisah Nuh
-
Kesabaran dalam dakwah meski terus ditolak
-
Ketaatan total pada perintah Allah
-
Keselamatan ditentukan oleh iman, bukan keturunan
-
Azab Allah pasti datang bagi kaum yang sombong
-
Selalu ada peluang kebangkitan setelah kehancuran
.jpg)