Sejarah Nabi Ibrahim AS dalam Islam
-
Kelahiran dan Lingkungan
Nabi Ibrahim AS lahir di lingkungan kaum penyembah berhala di Babilonia (Irak). Ayahnya bernama Āzar, seorang pembuat patung yang disembah kaumnya. Sejak kecil, Ibrahim menolak penyembahan berhala. Allah memberinya kecerdasan dan kepekaan hati untuk mencari kebenaran.
-
Pencarian Tuhan dan Hidayah
Dalam QS Al-An‘am 76–79, diceritakan bagaimana Ibrahim merenungi bintang, bulan, dan matahari. Ia menyimpulkan bahwa semua yang terbit dan tenggelam bukan Tuhan. Kemudian ia menyatakan keimanannya kepada Allah dengan berkata, “Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi…”
-
Dialog dan Perlawanan Terhadap Raja Namrud
Ibrahim mengajak Raja Namrud untuk beriman kepada Allah. Ketika Ibrahim menjelaskan bahwa Allah menghidupkan dan mematikan, Namrud berdalih. Ibrahim berkata, “Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dari barat.” Namrud pun terdiam (QS Al-Baqarah: 258).
-
Penghancuran Berhala
Saat kaumnya pergi ke pesta, Ibrahim menghancurkan semua berhala kecuali yang terbesar. Ketika ditanya, ia berkata, “Berhalalah yang besar itu, tanyakanlah kepadanya jika ia bisa.” Hal ini menunjukkan bahwa berhala tidak dapat berbicara, apalagi menjadi Tuhan.
-
Dilempar ke Dalam Api
Kaum Ibrahim membuat api sangat besar untuk membakarnya. Allah memerintahkan, “Wahai api, jadilah dingin dan keselamatan bagi Ibrahim.” (QS Al-Anbiya: 69). Ibrahim selamat tanpa terluka.
-
Hijrah
Ibrahim berhijrah untuk menyebarkan tauhid, dari Babilonia menuju Harran, Palestina, Mesir, hingga Makkah.
-
Kelahiran Ismail dan Perintah Menempatkan Mereka di Makkah
Ibrahim menikah dengan Hajar, yang melahirkan Ismail. Atas perintah Allah, Ibrahim membawa Hajar dan Ismail ke lembah gersang yang kemudian dikenal sebagai Makkah. Air Zamzam muncul ketika Ismail menangis dan menghentakkan kakinya atau saat malaikat Jibril menggalikan sumber air tersebut.
-
Perintah Menyembelih Ismail
Ibrahim mendapat mimpi sebagai wahyu untuk menyembelih Ismail. Ismail berkata, “Wahai Ayahku, lakukan apa yang diperintahkan. InsyaAllah aku termasuk orang yang sabar.” Saat hendak disembelih, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba. Peristiwa ini menjadi asal-usul Idul Adha dan ibadah kurban.
-
Membangun Ka‘bah
Ibrahim dan Ismail membangun Ka‘bah sebagai rumah ibadah pertama. Doa mereka diabadikan dalam QS Al-Baqarah: 127, “Ya Tuhan kami, terimalah dari kami…”
-
Dakwah dan Keteladanan
Nabi Ibrahim dikenal sebagai Khalīlullāh (Sahabat Allah), teladan dalam tauhid, dan pemimpin bagi manusia (QS Al-Baqarah: 124). Beliau juga disebut bapak para nabi karena dari keturunan Ishaq dan Ismail lahir para nabi lainnya.
Ringkasan Peran Penting Nabi Ibrahim AS
-
Mengembalikan ajaran tauhid di tengah masyarakat musyrik.
-
Menjadi contoh kesabaran, kepatuhan, dan keteguhan iman.
-
Melakukan hijrah demi menyebarkan kebenaran.
-
Membangun Ka‘bah dan menjadi nenek moyang Rasulullah SAW melalui Ismail.
.jpg)