Kisah Nabi Ayyub AS (Ayub) dalam Islam
1. Siapa Nabi Ayyub AS?
Nabi Ayyub AS adalah salah satu nabi yang dikenal karena kesabaran luar biasa. Ia masih keturunan Nabi Ibrahim AS menurut sebagian riwayat merupakan cucu dari Esau (Ish/‘Ishu), putra Nabi Ishaq AS.
Allah memberinya kekayaan melimpah, kesehatan kuat, banyak anak, dan kedudukan yang dihormati masyarakat. Semua itu menjadi ujian besar ketika Allah ingin meninggikan derajatnya.
2. Ujian Berat yang Menimpa Nabi Ayyub AS
Allah menguji hamba-Nya yang saleh itu dengan ujian beruntun:
a. Kehilangan seluruh harta
Kebun, ternak, dan kekayaannya musnah secara bertahap.
b. Semua anak-anaknya meninggal
Ia tetap bersabar tanpa keluhan terhadap takdir.
c. Sakit parah dalam waktu sangat lama
Tubuhnya melemah, kulitnya rusak, tetapi akalnya tetap sehat dan hatinya tetap berzikir. Masyarakat mulai menjauhinya, namun istrinya, Rahmah, tetap setia merawatnya. Dalam beberapa riwayat disebutkan ujian ini berlangsung selama 18 tahun.
3. Kesabaran Nabi Ayyub AS
Yang membuat kisah Nabi Ayyub AS sangat agung adalah bahwa ia tidak pernah mengeluh kepada Allah. Ia hanya berdoa ketika ujian sangat berat, dengan doa:
“Ya Tuhanku, sungguh aku ditimpa penyakit, dan Engkaulah Tuhan Yang Maha Penyayang.”
(QS. Al-Anbiya’: 83)
Doa tersebut bukan keluhan, melainkan pengakuan kelemahan diri dan pengagungan kepada Allah.
4. Pertolongan Allah
Allah kemudian menjawab doa hamba-Nya:
“Hentakkan kakimu! Inilah air untuk mandi dan minum yang menyehatkan.”
(QS. Sad: 42)
Ayyub AS menghentakkan kakinya ke tanah, lalu memancar mata air. Ia mandi dan minum dari air itu, dan Allah menyembuhkannya secara total.
Setelah itu Allah mengembalikan hartanya, melipatgandakannya, memberinya keturunan lagi, dan membuat kehidupannya lebih baik dari sebelumnya.
5. Kisah Sumpah terhadap Istrinya
Ketika istrinya sangat kesulitan hingga pernah menerima bantuan yang tidak layak dari orang lain, Ayyub AS sempat tersinggung dan bersumpah akan memukulnya seratus kali. Namun setelah sembuh, ia menyesal karena istrinya sangat setia.
Allah kemudian memudahkan urusannya dengan berfirman:
“Ambillah seikat rumput, lalu pukullah dengan itu, dan janganlah engkau melanggar sumpah.”
(QS. Sad: 44)
Dengan demikian, Ayyub AS memenuhi sumpahnya tanpa menyakiti istrinya—sebagai bentuk kasih sayang dan ketaatan kepada Allah.
6. Pelajaran dari Kisah Ayyub AS
-
Kesabaran sejati adalah tetap taat saat diuji.
Ayyub tidak meminta agar ujiannya diangkat; ia hanya memohon rahmat Allah. -
Semua nikmat adalah titipan.
Harta, kesehatan, dan keluarga dapat hilang kapan saja. -
Allah menguji orang yang dicintai-Nya.
Ujian bukan tanda murka, tetapi cara Allah meninggikan derajat hamba-Nya. -
Di balik kesulitan ada kemudahan.
Ujian panjang Ayyub berakhir dengan karunia berlipat ganda. -
Doa yang lembut dan rendah hati lebih dicintai Allah.
Ringkasan Singkat
Ayyub AS diuji kehilangan harta, anak, dan kesehatan selama bertahun-tahun. Ia tetap sabar dan berdoa dengan rendah hati. Allah menyembuhkannya, mengembalikan hartanya, memberinya keluarga lagi, dan menjadikannya teladan kesabaran sepanjang masa.
By : Al Khamidy