Kisah nabi Dzulkifli as
Siapakah Nabi Dzulkifli?
Nabi Dzulkifli (ذو الكفل) adalah salah satu nabi yang disebutkan namanya dalam al-Qur’an, yaitu dalam Surah al-Anbiya ayat 85 dan Surah Sad ayat 48.
Walaupun disebut secara singkat, para ulama sepakat bahwa beliau adalah seorang hamba saleh yang sabar, taat, dan adil, serta merupakan nabi atau wali yang mulia.
Nama Dzulkifli berasal dari “Dzu al-Kifl”, yang bermaksud “pemilik tanggungan”, “yang memiliki bagian”, atau “yang menunaikan tugas dengan baik”.
Kisah Nabi Dzulkifli (Ringkas)
-
Diangkat Menjadi Pemimpin Karena Keadilannya
Riwayat masyhur menyebutkan bahwa Dzulkifli pada awalnya adalah seorang pemuda soleh dari Bani Israel.
Seorang nabi yang sudah tua—sebagian ulama mengatakan Nabi Ilyasa’—mencari pengganti yang mampu berpuasa di siang hari, beribadah di malam hari, dan tidak marah ketika mengadili manusia.Pemuda itu menerima semua syarat dan menjalankannya dengan baik. Karena itulah ia diberi gelaran Dzulkifli, yaitu orang yang memikul tanggung jawab berat.
-
Menjadi Hakim dan Pemimpin yang Adil
Dzulkifli terkenal sebagai seorang pemimpin yang sangat adil dan bijaksana. Ia tidak pernah marah meskipun sering diuji dengan fitnah dan cobaan dari orang-orang yang ingin menguji kesabarannya.
-
Kesabaran yang Luar Biasa
Riwayat-riwayat Israiliyat menyebutkan bahwa beliau diuji dengan gangguan syaitan yang mencoba membuatnya marah, menerima aduan palsu, dan menghadapi pelbagai ujian lain.
Walaupun riwayat ini tidak bersandar pada hadis sahih, ia menggambarkan sifat utama beliau, yaitu kesabaran dan keadilan.
Asal Usul Nabi Dzulkifli
Al-Qur’an tidak menyebutkan lokasi, kaum, atau masa kehidupan Nabi Dzulkifli secara khusus. Namun ulama memiliki tiga pendapat utama:
-
Pendapat Paling Luas Diterima: Beliau dari Bani Israel
Riwayat tafsir seperti oleh Ibn Jarir al-Tabari, Ibn Kathir, dan Fakhruddin ar-Razi menyebutkan bahwa beliau hidup setelah Nabi Ilyasa’ dan melanjutkan kepemimpinan di tengah Bani Israel.
-
Pendapat Lain: Dzulkifli adalah Nabi Hizqil (Ezekiel)
Sebagian ahli sejarah menyamakan Dzulkifli dengan Hizqil atau Ezekiel, seorang nabi Bani Israel yang dikenal dalam tradisi Yahudi.
Namun ulama seperti Ibn Kathir menegaskan bahwa tidak ada dalil sahih yang menguatkan penyatuan kedua tokoh tersebut. -
Pendapat Tambahan: Beliau Bukan Nabi, Tetapi Wali Saleh
Sebagian ulama seperti Abu Hanifah berpendapat bahwa Dzulkifli adalah seorang lelaki saleh, bukan nabi. Namun pendapat yang mengatakan beliau seorang nabi adalah pendapat yang lebih kuat karena al-Qur’an menyebutkannya bersama para nabi.
Kesimpulan
Nabi Dzulkifli adalah seorang nabi atau hamba Allah yang sangat saleh, terkenal kerana kesabaran dan keadilannya.
Beliau berkemungkinan berasal dari Bani Israel dan hidup setelah Nabi Ilyasa’.
Namanya dalam al-Qur’an menjadi bukti bahwa beliau adalah teladan pemimpin yang amanah, tabah, dan tidak mudah marah.
By : Al Khamidy
